Sebelummempelajari lebih jauh tentang doa sholat witir, sebelumnya penting untuk kamu ketahui terlebih dahulu tentang niat sholat witir tersebut. Waktu untuk melaksanakan shalat witir terbentang sejak setelah shalat Isya' hingga menjelang Subuh. Sehingga, melaksanakan shalat witir selain di waktu yang telah disebutkan, merupakan mubah hukumnya. Adalagu pujian bahasa Jawa yang liriknya susah banget saya hafal. Semenjak saya kecil sampai sekarang pun saya masih menerka-nerka bagaimana lirik asli lagu pujian itu. Sebelum membaca lirik lagu pujian, mungkin Anda membutuhkan info teks bilal sholat tarawih. Ini dia Bilal Sholat Tarawih. Shollu sunatal tarwihi rokataini jamiatur rohimakum. Kini sholat tarawih sudah mulai digelar secara berjamaah di masjid-masjid yang ada di dunia. Ada yang melaksanakan sholat tarawih sebanyak 23 rakaat yang terdiri dari 20 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat witir. Ada pula yang mengerjakan sholat tarawih berjumlah 11 rakaat yaitu 8 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat ditutup dengan sholat PujianSebelum Sholat Fardlu adalah membaca sholawat dengan bentuk syair. Terkadang disertai dengan syair-syair berbahasa jawa yang subtansinya berupa pujian kepada Rosululloh, atau nasehat atau do'a. Biasanya pujian dilakukan antara adzan dan iqomat. Tepatnya setelah sholat sunah qobliyah. Tujuannya adalah untuk menanti kedatangan Imam dan Nahsekarang bahas pujian setelah tarawih yuk. Pengertian Pujian . Menurut situs resmi Nahdlatul Ulama mengatakan bahwa Puji-pujian yang ada di mushalla, langgar atau masjid merupakan nyanyian puitis yang bernuansa keagamaan. Biasanya mushola atau masjid melantunkan pujian sebelum iqamat, tapi ada juga yang melantunkannya setelah sholat termasuk pujian setelah tarawih ini. Vj3hXB. Pujian Puasa adalah doa yang dilantunkan oleh Mushola atau Masjid ketika menjelang Sholat Fardlu selama bulan Ramadan atau puasa. Pada Pujian Ramadhan ini biasanya melantunkan syair yang bersumber dari doa yang merupakan anjuran selama Ramadhan. Di Indonesia, Puji-pujian sebelum sholat fardlu sudah menjadi budaya. Jika di Jawa Timur, biasanya jamaah melantunkan puji-pujian setelah adzan, di antara adzan dan iqomat. Di beberapa daerah, jamaah melantukan puji-pujian sebelum adzan. Lalu apa sih pengertian pujian sebelum iqomat dan apa sih pujian yang khas bulan ramadhan? Pengertian Pujian Jelang Sholat Menurut situs resmi Nahdlatul Ulama mengatakan bahwa Puji-pujian dilantunkan di mushalla, langgar atau masjid merupakan nyanyian puitis yang bernuansa keagamaan. Jamaah biasanya akan melantukan Puji-pujian tersebut secara bersama-sama menjelang shalat Subuh, Dzhur, Ashar, Maghrib atau Isya sembari menanti datangnya anggota masyarakat lain yang turut mendirikan shalat berjamaah. Puji-pujian tersebut ada yang menggunakan bahasa Arab maupun bahasa daerah. Mungkin berkat susunannya yang ritmis, masyarakat menjadi mudah menghafal puji-pujian dan menyebar dari satu musala atau masjid ke musala lainnya. Lirik atau Teks Pujian Puasa Ramadhan Asyhadualla illaha illallah Astaghfirullah, Nasโ€™aluka ridlaka wal jannah, Wa na udzubika min sakhatika wannar. Allahumma innaka affun karim, tuhibbul afwa faโ€™fu anna ya karim. Allahumma salimna li ramadlan, Wassalim ramadlana lana wa tasalamhu minna mutaqabbala. Itu lirik atau teks pujian ramadhan dalam tulisan latin, mohon maaf jika ada kekeliruan. Kami siap menerima koreksi jika ternyata lirik atau teks di atas salah. Selanjutnya apa sih arti dan makna teks pujian ramadhan di atas? Arti atau Makna Teks Pujian Puasa Ramadhan Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, saya mohon ampunan kepada Allah, kami mohon kepadamu ridlo, surga, mohon dijauhkan dari murkamu dan api neraka. Ya Allah engkau maha pemaaf lagi maha mulia, engkau mencintai pemaafan maka maafkanlah kami wahai dzat yang maha mulia. Ya Allah antarkanlah kami antarkanlah kami hingga sampai ramadlan, dan antarkanlah ramadlan kepada kami, dan terimalah amalan-amalan kami di bulan ramadlan. Itulah makna atau arti pujian puasa ramadhan di atas. Lagi-lagi kami menerima koreksi jika memang ada yang kurang. Waktu Pelantunan Pujian Puasa Ramadhan Pujian puasa dilantunkan mulai awal bulan puasa. Masyarakat akan melantunkan Pujian ramadhan ini pertama kali saat sesudah adzan shalat Isyaโ€™ di malam pertama ramadhan. Tergantung waktu pengambilan keputusan pemerintah melalui sidang itsbat juga sih. Pujian ini dilantunkan setiap sesudah adzan dan sebelum iqamat shalat wajib lima waktu selama bulan puasa. Biasanya juga dilantunkan saat ada acara-acara resmi yang bernuansa keagamaan selama bulan ramadhan. Seperti pengajian umum, pertemuan organisasi Islam dan lain-lain. Siapapun kamu yang pernah tinggal di sepanjang pantura Jawa kamu akan mendengarkan pujian ini sepanjang jalan selama bulan ramadan. Ketika kamu mendengarkan maka kamu akan merasakan betapa syahdunya bulan puasa. Saya sebagai perantau saya selalu mudik lebih awal, selain menghindari macet juga karena demi menikmati lantunan pujian-pujian ramadhan ini. Saya selalu kangen dengan suara langgar, mushola dan masjid berlomba melantunkannya. Ya Allah, saya kangen rumah dengan segala kesederhanaan dan kehikmadan menikmati bulanmu yang mulia ini. Untuk kamu yang tahun ini tidak dapat menikmati silaturahim ke rumah, tetaplah sabar. Berdoalah semoga di tahun depan kita bisa sama-sama menikmati bulan puasa serta hari raya idul fitri di kampung halaman tercinta. Selain pujian puasa, ada tradisi lainnya yang khas yaitu Pujian Setelah tarawih. Pujian ini dilantunkan setelah sholat tarawih selesai atau tepatnya setelah doa sholat witir. Sebagai penanda rangkaian sholat tarawih sudah usai. Jamaah melantunkan pujian setelah tarawih sambil bersalaman dengan jamaah lainnya untuk merekatkan tali silaturahmi. Demikian tulisan saya tentang pujian khas puasa. Tulisan yang penuh emosi karena saya kangen banget sama rumah di Tuban sana. Mari kita tutup dengan doa semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Marhaban ya ramadan, bulan penuh berkah dan ampunan. Post Views 16,501 - Bacaan bilal shalat tarawih dan witir sepanjang malam bulan Ramadhan mudah ditemui dalam masjid atau musala yang menggelar tarawih dengan jumlah 20 rakaat. Bacaan bilal ini akan dijawab oleh jamaah shalat tarawih. Apa fungsi bacaan bilal tersebut dan bagaimana bacaan bilal dari rakaat demi rakaat shalat tarawih hingga witir?Shalat tarawih 20 rakaat dalam sejarahnya dimulai pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Dalam Buku Saku Sukses Ibadah Ramadhan oleh Ma'ruf Khozin, salah satu tabi'in, Yazid bin Rauman mengisahkan bahwa umat Islam pada masa Umar beribadah sepanjang malam bulan Ramadhan dengan 23 rakaat. Pengerjaan shalat tarawih 20 rakaat ini dipadu dengan 3 rakaat shalat witir. Setiap 2 rakaat ditutup dengan satu salam, kemudian dilanjutkan 2 rakaat lagi sampai selesai. Dengan demikian, tata caranya adalah masjid atau musala tempat pengerjaan tarawih 20 rakaat, biasanya ada bilal yang mengucapkan bacaan tertentu yang disambut dengan jawaban jamaah. Dalam "Bacaan Bilal dan Jawabannya dalam Tarawih" oleh Ulil Hadrawi NU Online, bilal ini memiliki setidaknya 3 pertama adalah doa kepada Nabi Muhammad saw. dan khulafaur rasyidin, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq setelah rakaat keempat, Umar bin Khattab setelah rakaat kedelapan, Utsman bin Affan setelah rakaat ke-12, dan Ali bin Abi Thalib setelah rakaat ke-16.Fungsi kedua, shalawat dan taradhdhi ini dapat digunakan untuk imam dan makmum shalat tarawih 20 rakaat untuk beristirahat sejenak, mengambil jeda sebelum melanjutkan ke rakaat-rakaat tarawih ketiga, dengan adanya bacaan bilal dan jawaban dari jamaah ini, semua yang mengerjakan shalat tersebut tahu sudah sampai rakaat keberapa tanpa perlu menghitung. Jika sudah mengucapkan doa untuk Abu Bakar Ash-shiddiq berarti sudah rakaat keempat, bila Umar bin Khattab sudah sampai rakaat kedelapan, dan seterusnya, hingga mencapai bacaan Ali bin Abi Thalib yang menandakan tarawih tersisa 4 rakaat lagi. Bacaan Bilal Sholat Tarawih dan Witir 23 Rakaat Lengkap Berikut ini bacaan bilal shalat tarawih dan witir 23 rakaat lengkap disertai lafal dalam bahasa Rakaat Pertama Sebelum Tarawih Pertama Bacaan Bilal ุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุง ุณูู†ูŽู‘ุฉูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุฑูŽุงูˆููŠู’ุญู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุฌูŽุงู…ูุนูŽุฉูŽ ุฑูŽุญูู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡shollu sunnatat-tarawihi rak'ataini jami'atan rahimakumullah Jawaban Jamaah ุฑูŽุญูู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ูrahimakumullah Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Setelah Tarawih Pertama, Sebelum Rakaat 3-4 Bacaan Bilal ููŽุถู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู’fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah Jawaban Jamaah ูˆูŽู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู’wa maghfirutan wa ni'mah Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Setelah Tarawih Kedua, Sebelum Rakaat 5-6 Bacaan Bilal ุงูŽู„ู’ุฎูŽู„ููŠู’ููŽุฉู ุงู’ู„ุงููˆู’ู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุงูŽุจููˆู’ ุจูŽูƒูŽุฑู’ ุงู„ุตูู‘ุฏูู‘ูŠู’ู‚ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูAl-khalifatul aula sayyidina Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu 'anhu Jawaban Jamaah ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูradhiyallahu 'anhu Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Setelah Tarawih Ketiga, Sebelum Rakaat 7-8 Bacaan Bilal ููŽุถู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู’fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah Jawaban Jamaah ูˆูŽู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู’wa maghfirutan wa ni'mah Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Setelah Tarawih Keempat, Sebelum Rakaat 9-10 Bacaan Bilal ุงูŽุงูŽู„ู’ุฎูŽู„ููŠู’ููŽุฉู ุงู„ุซูŽู‘ุงู†ููŠูŽุฉู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุงุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู’al-khalifatu tsaniatu sayyidina Umar bin Khattab Jawaban Jamaah ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูradhiyallahu 'anhu Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Setelah Tarawih Kelima, Sebelum Rakaat 11-12 Bacaan Bilal ููŽุถู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู’fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah Jawaban Jamaah ูˆูŽู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู’wa maghfirutan wa ni'mah Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Setelah Tarawih Keenam, Sebelum Rakaat 13-14 Bacaan Bilal ุงูŽู„ู’ุฎูŽู„ููŠู’ููŽุฉู ุงู„ุซูŽู‘ุงู„ูุซูŽุฉู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุนูุซู’ู…ูŽุงู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽููŽู‘ุงู†ู’ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูal-khalifatu-tsalatatu sayyidina 'Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu Jawaban Jamaah ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูradhiyallahu 'anhu Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Setelah Tarawih Ketujuh, Sebelum Rakaat 15-16 Bacaan Bilal ููŽุถู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู’fadhlan minallahi ta'ala wa ni'mah Jawaban Jamaah ูˆูŽู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู’wa maghfirutan wa ni'mah Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Setelah Tarawih Kedelapan, Sebelum Rakaat 17-18 Bacaan Bilal ุงูŽู„ู’ุฎูŽู„ููŠู’ููŽุฉู ุงู„ุฑูŽู‘ุงุจูุนูŽุฉู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุนูŽู„ููŠู’ ุจูู†ู’ ุงูŽุจููŠู’ ุทูŽุงู„ูุจู’ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูAl-khalifatur-rab'atu sayyidina Ali bin Abi Thaib radhiyallahu 'anhu Jawaban Jamaah ูƒุฑู… ุงู„ู„ู‡ ูˆุฌู‡ู‡Karamallahu wajhah Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Setelah Tarawih Kesembilan, Sebelum Rakaat 19-20 Bacaan Bilal ุงูŽุฎูุฑู ุงู„ุชูŽู‘ุฑูŽุงูˆููŠู’ุญู ุงูŽุฌูŽุฑูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ูAkhirut-tarawihi ajarokumullah Jawaban Jamaah ุงูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุงุฑูŽุจูŽู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽAamin ya Rabbal 'alamin Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Sebelum Shalat Witir 2 Rakaat Bacaan Bilal ุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุง ุณูู†ูŽู‘ุฉูŽ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุฌูŽุงู…ูุนูŽุฉูŽ ุฑูŽุญูู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ูShollu sunnatal witri rak'ataini jami'ata rahimakumullah Jawaban Jamaah ุฑูŽุญูู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ูrahimakumullah Bacaan Bilal ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูAllahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad Jawaban Jamaah ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูAllahumma shalli wasallim 'alaihi Sebelum Shalat Witir 1 Rakaat Bacaan Bilal ุตูŽู„ูู‘ูˆู’ุง ุณูู†ูŽู‘ุฉูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉูŽ ุงู„ู’ูˆูุชู’ุฑู ุฌูŽุงู…ูุนูŽุฉูŽ ุฑูŽุญูู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ูShollu sunnata rak'atal witri jami'ata rahimakumullah Jawaban Jamaah ุฑูŽุญูู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ูrahimakumullah - Sosial Budaya Penulis Fitra FirdausEditor Iswara N Raditya

lirik pujian sebelum sholat tarawih