PADIDALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung) Pengaruh adalah suatu proses interaksi yang menentukan yaitu terjadinya suatu bentuk tingkah laku yang tidak sesuai bagi kepentingan bangsa atau dengan suatu sistem nilai karena meniru suatu kelompok . 2
Emisikarbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil pembangkit listrik. Penggunaan listrik yang semakin meningkat yang dipasok dari pembangkit listrik berbahan bakar batubara batubara yang melepaskan sejumlah besar karbon dioksida ke atmosfer.40% emisi CO2 dihasilkan oleh produksi listrik AS, dan 93 persen diantaranya berasal dari emisi
21 Pengertian tentang Hakikinya Harta dalam Konsep Islam dan Konsep Konvensional. 1. Harta Menurut Islam. Secara bahasa, sebagaimana dijelaskan dalam al-Muhith tulisan al-Fairuz Abadi, dalam bahasa Arab, harta disebut al-mal atau jamaknya al-amwal. Secara harfiah, harta (al-mal) adalah ma malaktahu min kulli syai.
Solusiiklim alami lainnya. Meskipun Rainforest Alliance bekerja terutama di persimpangan antara hutan dan pertanian, ada solusi-solusi iklim alami lainnya yang tangguh dan tidak dapat diabaikan. Tindakan iklim berbasis laut dapat menghasilkan hingga seperlima (21%, atau 11 GtCO2e) dari pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) tahunan yang
Kelapasawit dianggap sebagai tanaman yang rakus air sehingga pengembangan kelapa sawit dapat menyebabkan kerusakan tata air di suatu wilayah. Terdapat anggapan bahwa perusahaan berbasis kelapa sawit banyak memiliki andil dalam pemborosan air untuk menghidupi perkebunannya. Makin banyaknya perkebunan kelapa sawit dipandang sebagai ancaman bagi
fEq8. Dewasa ini tidak hanya karakter seseorang yang dapat dikatakan sulit untuk diramalkan, tetapi karakter iklim pun deimikian. Iklim yang mengalami perubahan akan bermuara pada lama musim yang berubah-ubah. Indonesia yang notabene memiliki iklim tropis dengan perubahan musim yang dapat dikatakan sedang labil ini pun menjadi perhatian utama bagi setiap lapisan terutama bagi kalangan yang bergerak di bidang pertanian ataupun yang terkait dengan penggunaan lahan lainnya. Perubahan karakter iklim juga bahkan dapat menyebabkan kekeringan. Kekeringan menjadi suatu bencana yang secara perlahan menggerogoti kesejahteraan tanpa disadari. Layaknya bencana yang tidak dapat dicegah secara sempurna yang bisa dilakukan hanyalah melalui penanggulangan dan menambah jangka waktu hal tersebut berulang. Maka penting bagi kita untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu kekeringan dan berbagai hal yang berkaitan dengannya. 1. Pengertian dan Klasifikasi Kekeringan Kekeringan adalah salah satu bencana yang terjadi secara alamiah maupun karena manusia. Kekeringan yang terjadi secara alamiah dibedakan menjadi empat, yaitu kekeringan meteorologis, kekeringan hidrologis, kekeringan agronomis, dan kekeringan sosial ekonomi. Kekeringan meteorologis merupakan kekeringan yang disebabkan karena tingkat curah hujan pada suatu daerah di bawah normal. Kekeringan hidrologis terjadi ketika pasokan air tanah dan air permukaan berkurang. Kekeringan agronomis berkaitan dengan berkurangnya kandungan air di dalam tanah, sehingga pertumbuhan tanaman dapat terganggu. Kekeringan sosial ekonomi merupakan merupakan muara dari semua kekeringan yang telah terjadi sebelumnya karena adanya bencana ini menyebabkan adanya krisis sosial dan ekonomi. Bencana sendiri merupakan pengertian yang antroposentris. Artinya suatu peristiwa tidak akan dikatakan menjadi sebuah bencana apabila tidak merugikan manusia. Bencana menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 adalah sebuah peristiwa atau rangkaian peristwa yang mengancam dan menggangu kehidupan masyarakat, bisa disebabkan oleh faktor alam ataupun non alam, sehingga menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta, dan dampak psikologis. Pengertian kekeringan merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada musim kemarau, apalagi ketika musim kemarau panjang melanda. Definisi kekeringan secara umum adalah kondisi di mana suatu wilayah, lahan, maupun masyarakat mengalami kekurangan air sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Menurut Parwata et al. 2014 kekeringan merupakan hubungan antara ketersediaan air di bawah rata-rata minimal kebutuhan air untuk hidup, lingkungan, maupun ekonomi. Kekeringan dapat disebabkan karena suatu wilayah tidak mengalami hujan atau kemarau dalam kurun waktu yang cukup lama atau curah hujan di bawah normal, sehingga kandungan air di dalam tanah berkurang atau bahkan tidak ada. Konsumsi air yang berlebihan pun dapat menjadi penyebab kekeringan, hal tersebut disebabkan konsumsi air berlebih tidak diimbangi dengan sumber air yang berlebih pula. Konsumsi air berbanding terbalik dengan sumber air, artinya bencana ini dapat terjadi saat konsumsi air sudah melampaui batasnya namun sumber air hanya mengeluarkan air dengan jumlah yang sama terbatas. Vegetasi pun dapat menjadi penyebab dari bencana ini, wilayah yang masih memiliki vegetasi yang lebat pasti memiliki cadangan air yang lebih banyak jika dibandingkan dengan wilayah yang tidak memiliki vegetasi atau lahan gundul. Vegetasi yang gundul artinya air yang meresap ke dalam tanah infiltrasi pun pasti akan berkurang, karena fungsi akar sendiri menyerap dan menyimpan air dari hujan. Air yang tersimpan di dalam akar tersebut dapat digunakan sebagai cadangan ketika musim kemarau telah tiba. Hal ini berarti, ketika musim kemarau datang daerah yang memiliki sedikit pohon akan memiliki cadangan air yang sedikit pula karena pohon-pohon tersebut sudah tergantikan oleh bangunan-bangunan khususnya di daerah perkotaan. Kekeringan juga dapat terjadi karena masyarakat suatu daerah belum bisa mengelola sumber daya air yang ada secara baik, ataupun prasarana sumber daya air yang kurang. Kekurangan sumber air pun dapat menjadi penyebab bencana ini. Ketika sumber air mata air, sungai, dan lainnya mengering maka tidak dapat memenuhi kebutuhan air manusia. Begitu pula ketika sumber air tersebut dimanfaatkan terlalu berlebihan hingga airnya habis maka pemanfaatan sumber daya air tidak dapat berkelanjutan. Keadaan akan semakin parah ketika sumber air yang ada di suatu wilayah jumlahnya sedikit dan jaraknya yang jauh. Sumber air yang jaraknya jauh tersebut akan semakin menyulitkan masyarakat ketika kekeringan melanda, apalagi ketika sumber air tersebut merupakan sumber air yang dapat terjangkau oleh masyarakat. Mau tidak mau masyarakat harus mengambil air di tempat tersebut. [read more] 3. Dampak Dampak kekeringan sangat dahsyat, apalagi ketika dampak tersebut sudah mempengaruhi perekonomian pada suatu daerah. Air merupakan hal yang sangat krusial untuk kehidupan, baik itu manusia, hewan, ataupun tumbuhan. Semua makhluk hidup memerlukan air untuk keberlangsungan hidupnya. Bencana ini berhubungan erat dengan kebutuhan manusia, kebutuhan lahan, maupun perekonomian. Ketika pasokan air di suatu daerah tidak dapat mencukupi kebutuhan penduduknya, masyarakat pasti akan merasakan kesulitan. Air sangat diperlukan masyarakat, baik itu untuk air minum, mandi dan buang air, memasak, dan lainnya. Hal tersebut tidak dapat digantikan oleh barang apapun. Saat air minum berkurang, hal tersebut juga berdampak ke kesehatan manusia itu sendiri, contohnya munculnya wabah penyakit seperti diare, penyakit kulit, campak, cacar dan lainnya. Manusia dapat bertahan lebih lama tanpa makanan, tapi tidak dapat bertahan tanpa minum karena 70% dari tubuh manusia merupakan air. Tubuh manusia sangat memerlukan air untuk proses-proses dalam tubuh seperti membantu mengeluarkan kotoran, menjaga kelembaban, media transportasi nutrisi, dan lainnya. Oleh karena itu air bersih khususnya untuk kebutuhan air minum sangat diperlukan. Tidak hanya manusia saja yang tersiksa ketika tidak ada air, namun tumbuhan dan hewan pun akan tersiksa bahkan mati. Sama halnya dengan manusia, tumbuhan memerlukan air untuk proses fotosintesis alias memproduksi makanan. Tanaman mati maka pasokan oksigen untuk manusia pun akan turut berkurang. Hewan pun akan merasakan dampaknya karena hewan juga termasuk makhluk hidup yang membutuhkan air untuk minum. Manusia, tumbuhan, dan hewan merupakan contoh dampak yang nyata dari peristiwa kekeringan yang terjadi bahkan sampai menyebabkan penurunan populasi baik dari manusia, tumbuhan, maupun hewan ketika kekeringan yang terjadi sudah sangat ekstrem. Bencana ini pun dapat menurunkan produktivitas khususnya hasil pertanian lahan basah. Lahan basah contohnya sawah memerlukan banyak air, apalagi lahan basah komoditas utamanya adalah padi yang memang biasa hidup pada kondisi lahan yang tergenang. Apabila panen pagi gagal dan terjadi dalam skala besar, maka dampak besar lainnya yang akan terjadi adalah kurangnya pasokan beras dan semakin banyak beras yang harus diimpor oleh Indonesia. Dampak kekeringan merupakan dampak yang kompleks karena menyangkut beberapa aspek penting dan aspek tersebut saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu diperlukan tindakan penanggulangan maupun pencegahan untuk mengatasi bencana ini yang dilakukan oleh diri sendiri, masyarakat luas, maupun stakeholders terkait. 4. Upaya Penanggulangan Upaya penanggulangan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekeringan yaitu meningkatkan ketersediaan sumber air, baik itu sumber air dari tanah, sumur gali, maupun penampungan air hujan. Penggunaan air secukupnya merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan ketika sumber daya air sudah menipis karena apapun yang berlebihan pun pasti tidak akan baik. Jadi cukup gunakan air secukupnya saja. Ketika kekeringan melanda dan yang tersisa hanya air kotor yang tidak bisa kita manfaatkan maka yang kita perlukan adalah sebuah alat yang dapat digunakan sebagai penyaring air tersebut. Melalui proses penyaringan, air yang awalnya kotor dapat kita manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan. Alat penyaring air pun dapat dibuat secara sederhana. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat alat penyaring air sederhana ini adalah ijuk, pasir, batu alam, kerikil, arang, dan sabut kelapa. Bahan-bahan tersebut perlu disusun dengan tepat agar dapat menghasilkan air yang bersih. Namun alat penyaring air tersebut hanya dapat digunakan dalam skala kecil, paling tidak setiap rumah memiliki satu alat penyaring air. Pemerintah juga perlu bergerak dalam menanggulangi bencana ini, yaitu dengan subsidi air maupun subsidi tangki air yang didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami kekeringan panjang. 5. Upaya Pencegahan Kekeringan Penanaman Pohon di Daerah Hulu Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekeringan yaitu melalui gerakan menanam pohon. Memang manfaatnya akan dirasakan ketika pohon tersebut sudah besar, tetapi cara ini harus dilakukan untuk kelestarian air baku. Pohon dapat menyerap air dan juga memperbaiki aerasi tanah sehingga dapat menyimpan air lebih baik. Apalagi ketika pohon tersebut membentuk suatu hutan dengan vegetasi yang lebat. Pasti air yang disimpan hutan tersebut akan semakin banyak. Pembuatan Sumur Resapan dan Teknik Konservasi Air Lainnya Upaya lain yang dapat dilakukan yaitu dengan pembangunan sumur resapan, hal tersebut dapat dilakukan oleh masyarakat. Setiap rumah dapat membangun sumur resapan agar ketersediaan air tanah meningkat. Prinsip kerja dari sumur resapan ini adalah menampung air hujan dalam suatu lubang agar air genangan memiliki waktu yang lebih lama dipermukaan tanah sehingga sedikit demi sedikit air akan meresap kedalam tanah. Prinsip kerja dari sumur resapan adalah dengan cara memperbesar luas permukaan tanah dengan cara membuat lubang berbentuk sumur, luasnya permukaan tanah ini membuat air yang dapat diinfiltrasikan lebih banyak daripada sebelumnya. Sumur resapan ini harus ditempatkan minimal 1 m dari pondasi, 3 m dari sumur air bersih, dan 5 m dari septic tank. Bahasan lebih mendalam terkait sumur resapan dapat dilihat pada artikel “Sumur Resapan Pengertian, Manfaat, Jenis dan Pembuatan“. Selain pembangunan sumur resapan, teknik-teknik konservasi tanah dan air yang lainnya pun dapat dilakukan, seperti pembangunan rorak, DAM resapan, kolam retensi, lubang resapan, dan lain sebagainya. 6. Kejadian Kekeringan Terbesar di Indonesia Kejadian kekeringan terbesar yang pernah terjadi di Indonesia yaitu pada tahun 2018, Nusa tenggara Barat mengalami kekeringan ekstrem karena mengalami hari tanpa hujan sebanyak 112 hari. Suatu daerah dinyatakan mengalami kekeringan ekstrem ketika hari tanpa hujannya mencapai lebih dari 60 hari. Indonesia pernah mengalami bencana ini pada tahun 2018, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB setidaknya beberapa kabupaten/ kota di 8 provinsi mengalami bencana tersebut. Wilayah provinsi tersebut adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta DIY, Banten, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung. Bencana tersebut didominasi oleh daerah-daerah di Pulau Jawa, dengan total warga yang terkena dampak paling besar yaitu di Provinsi Jawa Tengah sebanyak jiwa. BNPB mencatat setidaknya terdapat 606 bencana kekeringan di Indonesia selama 2010 sampai 2017. Kekeringan merupakan bencana yang tidak bisa kita anggap sepele, oleh karena itu cegahlah bencana kekeringan paling tidak dari diri kita sendiri. Mulailah berhemat dalam menggunakan air karena mencegah lebih baik daripada menanggulangi. Referensi Parwata IGMA, Indradewa D, Yudono P, Kertonegoro BD, Kusmarwiyah R. 2014. Respon pertumbuhan dan hasil tanaman jarak pagar Jatropha curcas L. terhadap cekaman kekeringan di lahan pantai di tahun pertama siklus produksi. Jurnal Agron Indonesia. 41159-65. [/read]
Pada 2015 lalu, Indonesia terkena dampak Badai El Nino yang menyebabkan musim kemarau panjang dan kekeringan di beberapa wilayah. Akibat badai tersebut adalah beberapa daerah di Indonesia mengalami bencana kekeringan dan kekurangan ketersediaan air. El Nino adalah anomali iklim yang terjadi di wilayah Pasifik Selatan. Fenomena ini terjadi antara pesisir barat Amerika Latin dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Efek dari El Nino tidak hanya dirasakan pada kawasan tersebut, namun efeknya menyebar ke seluruh dunia dan berujung pada bencana alam hingga kelaparan. Ketika El Nino terjadi, maka musim hujan akan mundur dari waktu normal dan curah hujan akan berkurang. Pengertian KekeringanKlasifikasi KekeringanPenyebab Kekeringana. Musim Kemarau Terlalu Lamab. Tidak Ada Daerah Resapanc. Penggunaan Air Berlebihand. Sumber Mata Air Menghilange. Sumber Mata Air Jauhf. Tidak Ada Penampungan AirDampak dan Kerugiana. Kekurangan Sumber Air Minumb. Kekurangan Air Untuk Kebutuhan Sehari-Haric. Tanaman dan Hewan Matid. Bencana Kelaparane. Lingkungan Kotorf. Wabah Penyakitg. Serangan SeranggaCara Mengatasi KekeringanKekeringan Terparah di Dunia Kekeringan adalah salah satu bencana yang ditandai dengan keadaan kurangnya pasokan air pada suatu wilayah dalam jangka waktu berkepanjangan berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kekurangan pasokan air dalam waktu yang lama akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Menurut Parwata et al. 2014, kekeringan merupakan hubungan antara ketersediaan air yang berada dibawah minimal kebutuhan air untuk hidup, lingkungan serta ekonomi. Pixabay Kekeringan muncul jika suatu wilayah mengalami curah hujan dibawah rata-rata secara terus menerus. Musim kemarau yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan suatu wilayah kering, karena cadangan air tanah habis akibat penguapan, transpirasi dan penggunaan oleh manusia. Kondisi kekeringan yang parah dapat dikategorikan sebagai bencana alam apabila wilayah yang mengalami kekurangan air telah kehilangan sumber pendapatan, akibat gagal panen atau kematian bagian-bagian ekosistem lingkungan. Kekeringan masuk dalam kategori bencana karena dapat menimbulkan kerugian bagi manusia. Bencana sendiri diartikan dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 sebagai peristiwaa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dal mengganggu kehidupan masyarakat, baik dari faktor alam maupun alam sehinggi menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta serta memberik dampak psikologis. Klasifikasi Kekeringan Penyebab yang menjadikan suatu wilayah tidak tersedia cukup air dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Kekeringan IlmiahKekeringan meteorologis adalah kondisi ketiadaan air yang berkaitan dengan jumlah curah hujan dibawah rata-rata normal dalam satu musimKekeringan hidrologis adalah kekeringan yang berkaitan dengan kurangnya pasokan air permukaan dan menurunnya ketersediaan air tanahKekeringan pertanian adalah peristiwan yang berhubungan dengan kandungan air di dalam tanah yang mengalami kekurangan, sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luasKekeringan sosial ekonomi adalah kondisi kurangnya air yang berkaitan dengan pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal, sebagai akibat dari kekeringan meteorologi, hidrologi, dan pertanian Kekeringan AntropogenikKekeringan antropogenik terjadi karena melanggar aturan yang telah dibuat, seperti penggunaan air lebih besar dari ketersediaan airSelain itu, juga disebabkan kerusakan kawasan tangkapan air dan hilangnya sumber-sumber air akibat perbuatan manusia Penyebab Kekeringan Bencana kekurangan air dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain a. Musim Kemarau Terlalu Lama Penyebab umum terjadinya kekeringan adalah musim kemarau yang sangat panjang. Saat musim kemarau, curah hujan akan menurun drastis dari biasanya. Rata-rata di Indonesia musim kemarau terjadi antara 3 bulan hingga 6 bulan. Namun jika kemarau melebihi 6 bulan maka ketersediaan sumber air tanah yang pada tahun-tahun sebelumnya akan terjadi kekurangan. Jika musim kemarau telah melewati batas waktu tertentu dari biasanya. Maka masyarakat akan berupaya untuk mengurangi penggunaan air, karena khawatir sumber air yang ada tidak akan mencukupi. b. Tidak Ada Daerah Resapan Kekeringan juga dapat disebabkan jika di dalam tanah sudah tidak ada lagi cadangan air. Agar tanah dapat menyimpan air, maka diatasnya dibutuhkan pohon-pohon yang berguna untuk menyerap air hujan kemudian menyimpannya sebagai air tanah. Daerah-daerah yang masih asri umumnya memiliki cadangan air tanah yang lebih banyak daripada daerah gundul tanpa pepohonan. Pohon-pohon ini tidak hanya berfungsi untuk mengikat air, namun juga sebagai sumber oksigen, mencegah erosi dan lain sebagainya. c. Penggunaan Air Berlebihan Penggunaan air diluar batas kewajaran dapat menyebabkan kekeringan. Air yang digunakan tanpa memperhitungan kecukupan sumber air untuk melewati musim kemarau akan menimbulkan kekurangan cadangan air pada bulan puncak kemarau. Oleh karena itu, penghematan dharus dilakukan, misalnya dengan mandi menggunakan shower dan bukan menggunakan gayung. d. Sumber Mata Air Menghilang Berkurangnya atau hilangnya mata air dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain perubahan iklim, penebangan hutan, keringnya sungai bawah tanah dan lain-lain. Jika sumber mata air seperti sumur telah kering, umumnya masyarakat akan membeli air atau mengambil air ke sumber-sumber lain dengan menempuh jarak yang jauh. e. Sumber Mata Air Jauh Ketika masyarakat bergantung terhadap sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Maka jika terjadi kekeringan pada sumber yang biasa diambil tersebut, masyarakat tidak dapat lagi memperoleh sumber air. Oleh karena itu, masyarakat setempat akan mencari sumber mata air lain yang bisa saja jaraknya berkali-kali lipat. f. Tidak Ada Penampungan Air Air merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup. Pada daerah yang kerap mengalami kekeringan, umumnya akan membuat penampungan air secara swadaya di tiap RT. Penampungan air tersebut ditujukan sebagai cadangan air bersih ketika musim kemarau tiba. Dampak dan Kerugian Kekeringan merupakan bencana yang memberikan dampak menyeluruh terhadap komponen kehidupan. Tidak hanya tumbuhan akan mati, bahkan ancaman kematian juga dapat terjadi pada manusia akibat kekurangan cairan dan kekurangan makanan karena gagal panen. Pixabay Berikut ini adalah akibat dari bencana kekeringan, yaitu a. Kekurangan Sumber Air Minum Dampak yang paling fatal bagi kehidupan manusia adalah kurangnya air minum. Tubuh yang kekurangan cairan akan mengalami dehidrasi. Tidak hanya akan dialami oleh manusia, namun hewan-hewan juga akan mengalami kekurangan cairan tubuh karena tidak adanya air untuk diminum. b. Kekurangan Air Untuk Kebutuhan Sehari-Hari Selain fungsi utamanya untuk air minum, air juga dibutuhkan dalam kegiatan sehari hari seperti memasak, mandi, buang air, mencuci dan sebagainya. Jika tidak ada air maka kegiatan-kegiatan rumah tangga tidak akan berjalan dengan baik. c. Tanaman dan Hewan Mati Akibat bagi tanaman adalah layu hingga kematian. Tanaman menjadi bagian penting dari siklus oksigen dan menjadi sumber pangan bagi manusia dan hewan. Jika tanaman mati, maka sumber makanan bagi hewan dan manusia akan berkurang dan menyebabkan kelaparan, bahkan ancaman kematian. d. Bencana Kelaparan Kekeringan yang berkepanjangan akan menyebabkan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan mengalami gagal panen. Akibatnya, cadangan makanan bagi masyarakat menjadi langka e. Lingkungan Kotor Adanya air dapat dimanfaatkan untuk membersihkan kotoran di sekitar kita, misalnya mengepel lantai, membersihkan hewan dan lainnya. Jika kekeringan melanda, maka tidak ada sumber air untuk membersihkan lingkungan. f. Wabah Penyakit Bibit penyakit akan muncul jika kekeringan terjadi. Hal ini disebabkan karena kebersihan tubuh dan lingkungan tidak terjadi karena ketiadaan air. Penyakit yang umumnya muncul adalah gatal-gatal, jamur, dan penyakit kulit lainnya. g. Serangan Serangga Hama tanaman akan bermunculkan saat kemarau panjang terjadi. Serangga tersebut muncul karena rantai makanan telah terganggu, seperti predator yang pergi atau mati. Cara Mengatasi Kekeringan Untuk mencegah dan mengatasi bencana kekeringan, kita dapat melakukan upaya-upaya berikut ini sebagai solusi, yaitu Reboisasi dan Penghijauan – Meski reboisasi dan penghijaun memiliki arti berbeda, namun keduanya memiliki kesamaan dalam penanaman pohon sebagai upaya memperbaiki alam sehingga tanah dapat menyimpan Waduk atau Bendungan – Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah beserta masyarakat adalah membuat bendungan atau waduk sebagai penampungan cadangan air baik untuk keperluan irigasi serta Air – Penggunaan air sesuai kebutuhan harus dijadikan kebiasaan masyarakat, karena air memiliki peranan penting untuk kehidupan. Pixabay Kekeringan Terparah di Dunia Sejarah mencatat beberapa bencana kekeringan terparah yang pernah terjadi, antara lain China Pada tahun 1941 China mengalami bencana kekeringan terparah. Keringnya wilayah ini tercatat sebagai musibah mengerikan, karena menyebabkan 3 juta manusia menjadi korban. Australia Pada tahun 1982-1983 curah hujan di Australia berada pada titik dibawah rata-rata. Kondisi ini mengakibatkan kekeringan yang sangat parah dan tercatat sebagai yang terparah di Australia pada abad 20. Afrika Timur Pada 2011 hingga pertengahan 2012 beberapa negara di Afrika Timur mengalami kondisi sangat memprihatinkan. Antara lain penduduk Somalia, Djibouti, Ethiopia, dan Kenya yang berjumlah 10 juta jiwa menderita kekeringan akibat kelaparan, gagal panen, konflik, hingga serangan wabah.
apa dampak kekeringan bagi perekonomian suatu wilayah