Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini, dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari benih ini. Pohonmangga diguyur abu dan kerikil-kerikil kecil dari puncak Merapi. Abu dan kerikil kecil diterbangkan dari arah utara. Abu Merapi berhari-hari seperti burung hinggap dan tidak mau terbang. Bahkan saat gempa bumi mengguncang Yogya, 26 Mei 2006. Rumah-rumah, pohon-pohon banyak yang roboh dengan cara rungkat—akar pohon terangkat ke atas Manusiadan Pendidikan. Written By Polaris Institute on Selasa, 15 Mei 2012 | 05.11. Oleh: Udin Petoto. 21.00, Senin 20/20/2012. Lahirnya Agama Kristen. Katedral Di Jakarta. Agama Kristen bermula dari pengajaran Yesus Kristus sebagai tokoh utama agama ini. Yesus lahir di kota Betlehem yang terletak di Palestina sekitar tahun 4-8 SM, pada masa Berikutbeberapa contoh pantun dalam berbagai acara: 1. Pembuka Salam Untuk Kegiatan. Dalam membuka berbagai kegiatan, alangkah menarik jika menggunakan pantun pembukaan salam. Hal ini menjadikan orang lebih fokus ketika hendak mendengarkan pembicaraan berikutnya. Berikut contoh pantun yang bisa dicoba, diantaranya: Oh, mangga, mangga.13 Diantar ku Bapa14," buru-buru kan papan tulisnya di pohon, dan membagikan buku serta alat tulis. Di hadapannya kini sudah ada lima anak dari mu- Piliklah yang paling bersemangat menyambut ide dongeng Kugy, dengan catatan: ia harus jadi tokoh utama, alias jadi Jenderal. OvLS. Pohon Ara merupakan salah satu jenis tumbuhan yang paling sering disebutkan di dalam Alkitab. Pohon ara adalah tanaman asli Asia Barat Daya, Israel, Siria, dan Mesir, serta terkenal karena umurnya yang sangat panjang. Meskipun tumbuh liar, pohon ini perlu dibudidayakan untuk memperoleh hasil yang baik hingga cukup mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah, bahkan tumbuh dengan baik di tanah yang berbatu-batu. Tingginya dapat mencapai kira-kira 9 m, dengan diameter batang kira-kira 0,6 m, dan memiliki cabang-cabang yang melebar. Meskipun khususnya dianggap berharga karena buahnya, pohon ini juga sangat bernilai karena menjadi penaungan yang baik. Pohon ara pertama kali disebutkan sewaktu Adam dan Hawa menyemat daun-daunnya untuk dijadikan penutup pinggang. Kej 37 Lalu terbukalah mata mereka, dan mereka sadar bahwa mereka telanjang. Jadi, mereka menjalin daun-daun ara untuk menutupi pinggang mereka. Ada banyak ayat alkitab yang menulis mengenai pohon Ara, misalnya Hakim-Hakim 911, Bilangan 20 5, Mazmur 10533, dan ayat –ayat lainya. Salah satu ayat alkitab yang paling terkenal mengenai Pohon ara adalah di mana Yesus mengutuk salah satu Pohon Ara pada Markus 11 12 -14. Markus 11 12 -14 12 Besoknya, ketika mereka berangkat dari Betani, dia merasa lapar. 13 Dari jauh, dia melihat pohon ara yang memiliki daun-daun, dan dia pergi ke situ untuk melihat apakah pohon itu ada buahnya. Tapi ketika sampai di pohon itu, dia tidak menemukan apa-apa selain daun, karena saat itu bukan musim buah ara. 14 Maka dia berkata kepada pohon itu, ”Tidak akan ada yang makan buahmu lagi.” Mengapa Yesus mengutuk pohon ara walaupun Yesus tahu bahwa Dia tidak dapat menemukan buah ara? Dalam kejadian ini, Kristus ingin memberikan pelajaran kepada para murid. Kalau kita melihat secara literal, maka kita tidak mendapatkan pengertian apapun, karena memang secara alami pohon ara tersebut belum berbuah karena belum musimnya, dan oleh karena itu tidak dapat dipersalahkan. Namun, dalam kejadian ini Yesus ingin menegaskan kembali tentang orang-orang yang akan mendapatkan hukuman karena tidak memberikan buah-buah yang baik. Hal ini ditegaskan di dalam Lukas 136-9, yang mengatakan “6 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. 7 Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! 8 Jawab orang itu Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, 9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!“ Dapat dikatakan bahwa hal ini dimaksudkan untuk memacu kita sebagai murid Kristus untuk dapat menghasilkan buah-buah yang baik. Kita yang telah diberi bermacam-macam talenta oleh Yesus harus bisa menggunakannya untuk memuliakan Nama-Nya. Manfaat Pohon Ara Umumnya buahnya dapat dikonsumsi dengan baik tanpa pengolahan maupun dengan pengolahan. Di beberapa daerah sekitar Israel, daun pohon ara juga digunakan sebagai alat pembungkus makanan karena berukuran cukup lebar. Buah ara terasa manis. Umumnya buah ara diolah dengan cara dikeringkan karena dipercaya mengandung kadar gula alami yang tinggi, kalsium, zat besi dan tembaga. Itu sebabnya buah ara ini berguna untuk menyembuhkan beberapa penyakit mematikan seperti kanker, kolesterol dan meningkatkan sistem imun. Buat yang gemar membaca dongeng 1001 Malam, kamu mungkin sudah tak asing lagi dengan cerita hikayat Batu dan Pohon Ara. Jika ingin membacanya lagi, langsung saja simak artikel ini. Kisah dan ulasannya telah kami paparkan secara lengkap. Selamat membaca! Ada banyak cerita dongeng 1001 Malam yang kisahnya menarik dan penuh pesan moral. Salah satu contohnya adalah cerita hikayat Batu dan Pohon Ara. Kamu sudah pernah membaca kisahnya?Secara singkat, hikayat Batu dan Pohon Ara mengisahkan tentang seorang saudagar kaya raya dan anak semata wayangnya yang tengah mengadakan perjalanan. Di tengah perjalanan, sang anak menanyakan soal pohon ara yang ia lihat di gurun apakah kelanjutan dongeng ini? Tak perlu berlama lama lagi, kalau penasaran langsung saja baca kisah lengkapnya di artikel ini. Tak cuma kisahnya saja, ulasan seputar unsur intrinsik, fakta menarik, dan pesan moralnya juga telah kami paparkan. Selamat membaca! Alkisah, pada zaman dahulu, di sebuah negeri di Timur Tengah, ada seorang Saudagar yang sangat kaya raya. Lelaki berjanggut itu selalu mengenakan pakaian indah menawan dan bersorban. Bersama dengan rombongan pengawal, ia dan anak laki-laki semata wayangnya pergi melakukan perjalanan yang jauh. Mereka mengendarai kereta berkuda yang sangat glamor dan berhiaskan kayu gofir serta permata yaspis. Tak hanya tampak mewah, kereta itu pun memiliki aroma yang teramat wangi. Rombongan Saudagar kaya ini berjalan dengan sangat pelan. Mereka sempat berhenti sejenak di sebuah tanah lapang berpasir. Bebatuan di tanah lapang tersebu tertata rapi di beberapa tempat. Hal itu pun menarik perhatian anak laki-laki Saudagar kaya. “Ayah, aku melihat bebatuan yang tertata rapi di tanah lapang ini. Bagaimana bisa seperti itu, Yah? Ada apa gerangan?” tanya anak usia belasan tahun itu penasaran. Sang ayah pun menjawab, “Pengatanmu sangat bagus, Anakku tersayang. Bagi orang biasa, batu itu hanyalah batu-batu biasa. Tapi, semua akan tampak berbeda bagi mereka yang mempunyai hikmat.” “Lantas, apakah yang dilihat oleh para mereka yang memiliki hikmat, Ayah?” tanyanya lagi. “Mereka akan melihat semua bebatuan itu sebagai mutiara hikmat yang tersebar. Maksud Ayah, di balik bebatuan yang terjejer rapi ini, terdapat pesan penting yang bisa kamu amalkan dalam kehidupan nyata.” jelas sang Saudagar kaya itu. “Emm, apakah Ayah berkenan untuk menceritakannya lebih rinci? Aku sangat ingin mendengarnya,” tanya sang anak. “Tentu saja Ayah akan menceritakannya padamu anakku tersayang,” jawab sang ayah sambil mengelus kepala anaknya. Cerita Batu dan Pohon Ara “Sama sepertimu, dulu Ayah waktu masih kecil juga menanyakan ini pada kakekmu. Siap mendengarkan kisahnya, Anakku?” tanyang sang ayah. “Iya, Ayah. Aku siap mendengarkannya,” ucap sang anak kecil itu. “Sebelum Ayah menceritakannya, coba lihatlah dengan seksama batu-batu itu. Menurutmu, adakah hal yang menarik perhatianmu?” ujar Saudagar kaya itu. Anak itu lalu turun dari kereta dan mengamati bebatuan dengan seksama. “Ayah, aku tak menemukan apa pun. Yang aku lihatlah hanyalah bebatuan biasa yang tertata rapi di atas tanah,” ujar sang Ayah. “Sebenarnya, di bawah batu-batu itu terdapat kehidupan biji pohon ara, Anakku sayang. Bebatuan itu menindih biji pohon ara. Sekarang cobalah kau angkat salah satu batu kecil itu,” pinta sang ayah. Anak kecil itu lalu mengangkat salah satu batu kecil, betapa terkejutnya ia menyaksikan biji pohon ara yang sudah tumbuh akar. “Ayah, lihatlah, aku melihatnya! Tapi, tidakkah benih pohon ara ini akan mati karena tertindih batu ini? tanyanya. “Tentu tidak, Anakku. Sekilas, batu kerikil ini memang terlihat menindih dan memberikan beban pada biji pohon ara. Tapi, justru batu kecil ini yang membuat biji pohon ara sanggup bertahan hidup dan tumbuh besar,” jelas sang Ayah. “Bagaimana bisa hal itu terjadi, Yah?” tanya sang anak yang masih belum mengerti. “Jadi, batu itu sengaja diletakkan oleh penanamnya untuk melindungi biji pohon dari hembasan angin dan dari segala macam hewan yang mungkin saja menghancurkannya,” jelas sang ayah. Pohon Ara Mulai Tumbuh “Setelah beberapa lama, biji itu akan tumbuh akar. Semakin banyak akar yang tumbuh, makin kuatlah biji itu. Akarnya akan terus menjalar hingga biji pohon ara semakin kuat. Lalu, lama kelamaan, tumbuhlah tunas perlahan-lahan. Tunas itu akan semakin besar dan kuat. Lalu, ia akan menggulingkan batu yang menindihnya. Demikianlah pohon ara itu hidup dengan baik. Selanjutnya, pohon ara akan tumbuh menjadi sangat besar sehingga bisa melindungi segala makhluk yang berlindugn dari teriknya matahari,” jelas sang ayah. “Oh begitu ya, Yah. Jadi, batu kecil ini sebenarnya sangatlah membantu biji pohon, ya. Lantas, apakah semua ini wacana kehidupan, Yah?” tanyanya penasaran. Saudagar kaya raya itu menatap anaknya sambil tersenyum. Ia lalu melanjutkan penjelasannya,”Benar, Anakku. Dari pohon ara dan batu ini kita belajar arti kehidupan. Bila suatu hari engkau mengalami masa-masa sulit dan terhimpit beban yang amat besar, ingatlah kisah ini.” “Segala masalah kesulitan yang terjadi dalam hidupmu, Tuhan datangkan bukan karena Ia tak sayang padamu. Justru Ia ingin membuatmu semakin kuat menghadapi lika-liku kehidupan. Kamu harus kuat dan bersabar dalam menghadapinya, ya,” imbuh sang ayah. “Baik, Ayah. Sekarang aku telah mengerti. Terima kasih telah memberi penjelasan padaku,” jawabnya. Mereka pun melanjutkan perjalanan. Baca juga Dongeng La Sirimbone dari Sulawesi Tenggara dan Ulasannya, Lika Liku Kehidupan Anak yang Ditinggalkan Keluarga Unsur Intrinsik Setelah membaca cerita hikayat Batu dan Pohon Ara, kini saatnya kamu membaca ulasan unsur intrinsiknya. Mulai dari tema hingga pesan moral, berikut penjelasan singkatnya; 1. Tema Tema atau inti cerita hikayat ini adalah tentang tujuan adanya masalah dalam kehidupan yang digambarkan lewat kisah sebuah batu yang menindih biji pohon ara. Meski tampak membebani, sebenarnya batu membantu biji tumbuh dengan kuat. 2. Tokoh dan Perwatakan Ada dua tokoh utama dalam cerita hikayat Batu dan Pohon Ara ini. Mereka adalah Saudagar kaya alias sang ayah dan anaknya yang berusia belasan tahun. Sang ayah memiliki sifat bijak dan penyabar. Sifatnya tersebut tergambar saat ia menjelaskan dengan perlahan kisah batu dan pohon ara yang membuat anaknya penasaran. Sang anak sendiri digambarkan memiliki sifat yang pandai dan punya rasa ingin tahu yang besar. Dari batu-batu yang terjajar rapi saja ia penasaran dengan tujuannya ditata rapi. 3. Latar Secara garis besar, hikayat ini terjadi di Timur Tengah. Kisahnya berpusat di sebuah tanah lapang yang berpasir, di mana ada banyak bebatuan yang terjajar rapi. 4. Alur Kisah ini memiliki alur maju. Cerita berawal dari seorang Saudagar kaya dan anaknya yang pergi melakukan perjalanan. Saat tiba di sebuah lahan berpasir, anak itu melihat ada batu-batu kecil yang terjajar rapi. Ia pun penasaran dan menanyakan hal tersebut pada sang ayah. Dengan sabar, sang ayah menjelaskan bahwa batu-batu itu tersusun rapi bukan tanpa tujuan. Batu-batu itu sebenarnya menindih biji-biji pohon ara. Sang anak lalu mengira bila biji itu akan mati bila tertindih bebatuan. Namun, sang ayah menjawab bila biji pohon ara tidak akan mati. Justru, batu itu melindunginya dari angin dan serangan binatang. Bila sudah tumbuh akar dan tunas, biji pohon ara akan semakin kuat. Setelah itu, biji itu akan menggulingkan batu yang menindihnya. Kemudian, pohon itu akan tumbuh besar dan kuat. Dari cerita tersebut, sang ayah mengajarkan arti kehidupan. 5. Pesan Moral Kamu tentu sudah bisa menebak pesan moral dari cerita hikayat ini, kan? Sebab, pesan moralnya sudah disampaikan langsung oleh karakter utama pada kisah ini, yakni berusahalah kuat dan jangan menyerah saat dihadapi oleh masalah yang menghimpitmu. Percayalah, Tuhan mendatangkan masalah untuk menguatkanmu. Selain itu, ada pesan moral lain yang bisa kamu petik, yaitu jadilah seorang ayah yang sabar seperti Saudagar kaya ini. Ia dengan perlahan dan sabar menceritakan kisah Batu dan Pohon Ara beserta pesan moralnya pada anaknya. Tak hanya unsur-unsur intrinsiknya, jangan lupakan juga unsur ekstrinsik dari cerita hikayat ini. Biasanya, unsur ekstrinsik meliputi latar belakang penulis, masyarakat, dan nilai-nilai sosial yang telah dilakukan. Baca juga Cerita Rakyat Putri Satarina dan Tujuh Bidadari dari Sulawesi Tenggara & Ulasannya, Kisah Kebaikan Hati Seorang Gadis Fakta Menarik Adakah fakta menarik dari dongeng 1001 Malam ini? Karena ceritanya singkat, tak ada fakta menarik yang bisa diulik. Meski demikian, apakah kamu penasaran dengan seperti apa pohon ara dan fakta menariknya? Berikut ulasannya; 1. Fakta Pohon Ara Mungkin kamu masih belum familier dengan pohon ara. Di Indonesia sendiri, pohon ini dikenal dengan nama pohon tin. Dalam Islam, pohon tin atau ara adalah salah satu pohon yang dianggap memiliki beragam manfaat. Bahkan, dalam Alquran terdapat surat bernama At-Tin yang artinya buah tin dan terdiri dari 8 ayat. Tak hanya di Alquran saja, buah tin juga disebutkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Lantas, apakah manfaat dari buah ini? Tentu saja ada banyak manfaat dari buah tin untuk tubuh manusia. Beberapa di antaranya adalah mengobati insomnia, menyembuhkan infeksi pernapasan, dan dapat mencegah risiko diabetes. Tak hanya itu saja, buah berwarna ungu ini juga dapat menjaga berat badan, memperlambat penuaan, dan mencegah alzheimer. Karena itu, jika kamu ingin senantiasa sehat, perbanyaklah mengonsumsi buah ini. Memang rasanya tak begitu nikmat, tapi kalau kandungannya sebagus ini, rasanya tak akan menjadi masalah, dong. Baca juga Cerita Rakyat Asal-Usul Kota Pandeglang dan Ulasan Lengkapnya, Sebuah Pelajaran Untuk Tidak Serakah dan Iri Hati Tambah Wawasanmu dengan Membaca Cerita Hikayat Batu dan Pohon Ara Demikianlah cerita tentang Batu dan Pohon Ara beserta ulasan seputar fakta menarik, unsur intrinsik, dan pesan moralnya. Semoga saja cerita ini bisa menambah wawasanmu. Kalau kamu suka dengan kisahnya, bagikan artikel ini ke teman-temanmu, ya. Buat yang butuh cerita rakyat lainnya, langsug saja kunjungi kanal Ruang Pena di Ada hikayat asal-usul Tanjung Lesung, cerita Rakyat Batu Kuwung, asal mula Karang Bolong dari Banteng, dan masih banyak lagi. Selamat membaca! PenulisRinta NarizaRinta Nariza, lulusan Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, tapi kurang berbakat menjadi seorang guru. Baginya, menulis bukan sekadar hobi tapi upaya untuk melawan lupa. Penikmat film horor dan drama Asia, serta suka mengaitkan sifat orang dengan zodiaknya. EditorKhonita FitriSeorang penulis dan editor lulusan Universitas Diponegoro jurusan Bahasa Inggris. Passion terbesarnya adalah mempelajari berbagai bahasa asing. Selain bahasa, ambivert yang memiliki prinsip hidup "When there is a will, there's a way" untuk menikmati "hidangan" yang disuguhkan kehidupan ini juga menyukai musik instrumental, buku, genre thriller, dan misteri.

dongeng pohon mangga dan pohon ara