IbnuMajah no. 1856, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505). Di antara keutamaan-keutamaan istri yang sabar adalah mendapatkan pahala kesabaran seperti pahala Siti Asiyah istri Fir'aun yang dzalim. Begitu hebat Siti Asiyah menghadapi siksaan dan kedzaliman suaminya yang mengaku dirinya sebagai Tuhan.
Bagaimanacara menghadapi istri yang gemar berselingkuh menurut agama Islam. Ustadz Ami Nur Baits, menjawab : Pertama, jika istri bertaubat dan sangat menyesali perbuatannya, bahkan dia berusaha meminta maaf kepada suaminya, mengubah cara pergaulannya dan cara berpakaiannya. Dia menjadi wanita yang dekat dengan Allah, menutup aurat dan
Seorangistri yang sabar dalam menghadapi suaminya akan mendapatkan pahala seperti Asiyah yakni memiliki derajat yang mulia di mata Allah. 2. Menjadi Jalan Masuk Surga Biasanya, istri yang sabar akan selalu menaati perintah suaminya, tanpa menyakiti atau melawan suaminya.
Berikutini, Seruni telah merangkum sejumlah pahala bagi istri yang diselingkuhi oleh suaminya: Daftar Isi 1. Memperolah Pahala Seperti Asiyah, Istri Fir'aun 2. Dijauhkan dari Laknat Allah SWT 3. Dimudahkan Jalan Menuju Surga 4. Hiudpnya Diridhai Allah SWT 5. Dikabulkan Doanya 6. Mendapatkan Pahala Besar dari Amalan Sunnah 7.
Dan jika seorang istri bersabar menghadapi keburukan akhlak suaminya, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala seperti yang diberikan kepada Aisyah istri Fir'aun." (HR Muslim) Dimudahkan Jalan Menuju Surga Tidak hanya diganjar pahala besar, seorang istri yang sabar juga akan dimudahkan jalannya menuju surga.
up0C. Portrait of a young Muslim woman – Adakah pahala bagi istri yang diselingkuhi suami? Allah SWT telah memberikan pahala istri yang dikhianati oleh suaminya dengan cara berselingkuh. Apa saja pahalanya? Berikut uraiannya. Dengan alasan apapun, perselingkuhan adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Sebab, perselingkuhan tidak hanya menyebabkan keretakan dalam rumah tangga saja, tapi juga mendatangkan dosa bagi siapapun yang melakukannya. Ketika seorang suami melakukan hal tersebut, berarti sama saja ia telah melakukan kebohongan besar dan mengingkari janji pernikahannya dahulu. Itulah mengapa Allah SWT begitu membenci hamba-Nya yang berselingkuh. Sementara itu, Allah SWT telah menjanjikan pahala bagi istri yang diselingkuhi suami, terlebih jika mereka bersikap sabar menghadapi hal tersebut. Berikut ini, Seruni telah merangkum sejumlah pahala bagi istri yang diselingkuhi oleh suaminya 1. Memperolah Pahala Seperti Asiyah, Istri Fir’aun Bagi istri yang diseliungkuhi oleh suami, tenanglah, jika kamu sabar menghadapi hal tersebut, maka kamu akan diganjar dengan pahala seperti Asiyah. Asiyah adalah istri Fir’aun yang pernah dipaksa oleh suaminya untuk menyembahnya. Namun, ia menolaknya. Kemudian Asiyah mendapatkan perlakukan yang buruk dan disiksa bertubi-tubi. Bahkan, kepalanya pernah dijatuhi sebuah batu yang sangat besar. Samapi akhirnya, Asiyah pun mengembuskan napas terkahir dan oleh Allah disebut sebagai salah satu wanita mulia yang dijamin surga. Hal ini, juga disebutkan dalam sebuah hadis yang artinya, “Dan jika seorang istri bersabar menghadapi keburukan akhlak suaminya, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala seperti yang diberikan kepada Aisyah istri Fir’aun.” HR Muslim. 2. Dijauhkan dari Laknat Allah SWT Allah sangat tidak menyukai hamba-Nya yang ingkar janji, apalagi melakukan perbuatan yang sudah jelas-jelas dilarang. Begitupun dengan perselingkuhan, adalah salah satu perbuatan yang Allah SWT benci. Maka, bagi seorang istri yang sabar, ia akan dijauhkan dari laknat Allah, baik di dunia maupun di akhirat kelak. 3. Dimudahkan Jalan Menuju Surga Allah SWT tidak hanya memberikan pahala bagi istri yang diselingkuhi, tapi juga akan dimudahkan jalannya menuju surga. Dengan catatan, sang istri sabar menerima perilaku buruk suami dan tidak membalasnya dengan keburukan pula. Maka, Allah berjanji untuk membuka semua pintu surga untuknya. “Dan seorang istri yang taat pada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendaki.” Hadist Hasan Shahih 4. Hiudpnya Diridhai Allah SWT Tetap sabar meski diperlakukan tidak baik oleh suami, adalah hal yang tidak mudah. Ada hal yang harus dikorbankan, perasaan misalnya. Sebab, mereka harus meredam amarah dan tetap berbakti sebagai seorang istri. Namun, tak perlu khawatir, karena Allah akan meninggikan derajatnya di surga atas kesabaran tersebut. Allah berjanji untuk memberikan kebahagiaan dan ketenangan hidup sebagai pahala atas segala kesabaran. 5. Dikabulkan Doanya Adapun pahala bagi istri yang diselingkuhi lainnya adalah, Allah akan mengabulkan doanya. Sebab, selingkuh termasuk ke dalam kategori perlakuan dzolim. Sehingga istri yang pernah diselingkuhi akan mendapatkan pahala dan juga dikabulkan doa-doanya. Ini sama halnya seperti yang terjadi saat istri Fir’aun berdoa kepada Allah. Hal tersebut digambarkan dalam sebuah ayar Al-Qur’an yang artinya, “Wahai Tuhan bangunkanlah untukku sebuah rumah di surga di sisi-Mu dalam surga dan selamatkan daku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” QS. At Tahrim 11 Doa di atas, merupakan doa yang kerap diucapkan oleh Asiyah tatkala dirinya harus menghadapi kemarahan dan siksa dari suaminya. Allah pun mengabulkan doanya untuk mendapatkan rumah di surga di sisi Allah dan Allah menjadikannya sebagai salah satu wanita paling mulia di dunia. 6. Mendapatkan Pahala Besar dari Amalan Sunnah Allah SWT juga menjanjikan ganjaran lainnya bagi para istri yang diselingkuhi suami, yaitu pahala yang lebih besar dari amalan sunnah. Sebab, kesabaran seorang istri adalah ciri-ciri wanita mulia yang hidupnya akan diridhai Allah. “Hak suami merupakan kewajiban bagi istri. Melaksanakan kewajiban harus didahulukan daripada melaksanakan amalan sunnah.” Fathul Baari 7. Mendapatkan Kebahagiaan di Akhirat Tak hanya dimudahkan jalannya menuju surga, istri yang sabar juga bakal mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Hubungan Mama dan suami akan berpengaruh pada kebahagiaan di akhirat kelak. Apabila seorang istri berbakti pada suami dan tetap bersikap sabar meski terus merasa disakiti, maka janji Allah adalah kebahagiaan yang abadi di akhirat. “Perhatikan bagaimana hubunganmu dengannya karena suami merupakan surgamu dan nerakamu.” HR Ahmad Baca Juga Apakah Layanganku Sudah Putus? Betapa pun besar pahala bagi istri yang diselingkuhi, tapi tetaplah berdoa agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Karena kebahagiaan seorang istri adalah mendapati suami yang setia hingga jannah-Nya kelak.
ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang memerintahkan hamba-Nya supaya kasih mengasihi antara satu sama lain. Seseorang hamba hanya akan memperoleh kasih sayang daripada-Nya apabila dia mengasihi makhluk-Nya. Jika ada dua orang sahabat berkasih sayang antara satu sama lain, maka yang lebih disayangi Allah antara keduanya ialah yang paling kasih kepada sahabatnya. Manusia yang memiliki sifat kasih sayang paling tinggi dan paling agung ialah Rasulullah saw. Baginda sangat mengasihi umatnya sehinggakan perasaan kasihnya yang mendalam itu dirakamkan Allah dalam firman-Nya bermaksud “Sesungguhnya sudah datang kepada kamu seorang Rasul daripada golongan kamu sendiri, yang menjadi sangat berat kepadanya sebarang kesusahan ditanggung kamu, yang sangat inginkan kebaikan bagi kamu, ia pula menumpahkan perasaan belas serta kasih sayangnya kepada orang yang beriman.” Surah at-Taubah, ayat 128 Kasih sayang sesama insan akan membuahkan sikap bertolak ansur, hormat menghormati serta sedia berkorban demi kebahagiaan insan tersayang. Dalam hubungan suami isteri, kedamaian dan kasih sayang adalah teras utama. Allah menjadikan perasaan kasih mesra antara suami isteri sebagai sunnah yang ada padanya tanda kekuasaan dan keagungan-Nya. Firman Allah bermaksud “Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya, bahawa Dia menciptakan untuk kamu isteri daripada diri kamu sendiri supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikan-Nya antara kamu perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan menimbulkan kesedaran bagi orang yang berfikir.” Surah ar-Rum ayat 21 Selaras dengan ayat itu, Rasulullah saw sering menasihati suami sebagai ketua keluarga supaya melayani isteri dengan sebaiknya. Baginda menegaskan, suami yang terbaik itu ialah yang berlaku baik terhadap isterinya. Baginda saw juga berpesan kepada suami dengan sabdanya bermaksud “Hendaklah kamu ingat memperingati supaya berbuat baik kepada wanita isteri. Sesungguhnya mereka adalah seperti tawanan di sisi kamu. Kamu tidak memiliki apa-apapun daripada mereka kecuali hak menikmati hubungan kelamin antara kamu berdua. Tetapi, apabila isteri kamu melakukan kejahatan yang nyata, maka tinggalkan tempat tidur mereka, dan pukullah dengan cara yang tidak terlalu menyakitkan. Jika mereka kembali mentaatimu, maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyakitkan mereka. Ingatlah bahawa kamu mempunyai hak ke atas isteri kamu dan isteri kamu juga ada hak ke atas kamu. Hak kamu ialah tidak membenarkan mana-mana lelaki tidur di atas tilam kamu dan tidak mengizinkan sesiapa yang kamu tidak suka memasuki rumah kamu. Adapun hak isteri ke atas kamu ialah kamu memberi yang terbaik kepada mereka pakaian dan makanan mereka.” Hadis riwayat at-Tirmizi Walaupun kehidupan isteri terikat dengan suami laksana seorang tawanan, mereka tidak boleh dianggap sebagai hamba yang boleh diperlakukan sesuka hati. Isteri mempunyai hak mendapat layanan sebaiknya. Suatu ketika, ramai isteri datang menemui isteri Rasulullah saw mengadu mengenai layanan buruk diterima daripada suami mereka. Apabila Rasulullah saw mengetahuinya, Baginda bersabda bermaksud “Sesungguhnya ramai wanita datang menemui isteriku mengadu mengenai suami mereka. Sesungguhnya suami kepada wanita itu bukanlah orang yang terbaik daripada kalangan kamu.” Hadis riwayat Abu Daud Tidak dinafikan, sebagai manusia masing-masing ada kelemahan dan kekurangan sama ada isteri mahupun suami. Cara terbaik mengatasinya ialah dengan bersabar serta tidak membesarkan kelemahan itu. Firman Allah bermaksud “Dan bergaullah kamu dengan mereka isteri-isteri kamu itu dengan cara yang baik. Kemudian jika kamu berasa benci kepada mereka kerana tingkah lakunya, janganlah kamu terburu-buru menceraikannya kerana boleh jadi kamu bencikan sesuatu, sedangkan Allah hendak menjadikan pada apa yang kamu benci itu kebaikan yang banyak untuk kamu.” Surah an-Nisaa’, ayat 19 Diriwayatkan bahawa Rasulullah saw bersabda bermaksud “Mana-mana lelaki yang bersabar di atas keburukan perangai isterinya, Allah akan berikannya pahala seperti diberikan kepada Ayyub kerana bersabar di atas bala yang menimpanya. Mana-mana isteri yang bersabar di atas keburukan perangai suaminya, Allah akan berikannya pahala seperti yang diberikan kepada Asiah binti Muzahim, isteri Firaun.” Renungi kisah seorang lelaki mengunjungi Umar bin al-Khattab untuk mengadu perangai isterinya. Dia berdiri di luar pintu, menunggu Umar keluar. Tiba-tiba dia terdengar isteri Umar sedang meleterinya sedangkan Umar diam tidak menjawab walau sepatah pun. Maka lelaki itupun beredar sambil berkata kepada dirinya sendiri “Jika beginilah keadaan Umar, seorang Amirul-Mukminin yang selalu keras dan tegas, maka bagaimana dengan aku? Selepas itu Umar keluar dari rumahnya dan melihat lelaki tadi sudah beredar. Umar memanggilnya dan bertanya tujuan kedatangannya. Lelaki itu berkata “Wahai Amirul-Mukminin, aku datang untuk mengadu perangai isteriku yang buruk dan suka berleter di hadapanku. Tadi aku mendengar isteri anda pun begitu juga. Lalu aku berkata kepada diriku, jika beginilah keadaan Amirul-Mukminin dengan isterinya, maka bagaimana dengan aku. Umar berkata kepadanya “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku bersabar mendengar leterannya kerana dia mempunyai hak ke atasku. Sesungguhnya dia memasak makananku, mengadun roti untukku, membasuh pakaianku dan menyusui anakku, padahal semua itu tidak diwajibkan ke atasnya. Dia juga menenangkan hatiku daripada melakukan perbuatan yang haram zina. Sebab itulah aku bersabar dengan kerenahnya? Lelaki itu menjawab “Wahai Amirul-Mukminin, demikian jugalah isteriku? Umar pun berkata kepadanya “Maka bersabarlah wahai saudaraku. Sesungguhnya kerenahnya itu tidak lama, hanya seketika saja.” Kredit penuh Maznah Daud. Prof Madya Maznah Daud ialah bekas pensyarah Universiti Teknologi Mara UiTM Shah Alam
pahala suami yang sabar menghadapi istri